JILBAB ? Apa pentingnya ????

Allah swt menciptakan manusia, alam, serta isinya dengan sangat sempurna. Allah telah memikirkan bagaimana dan apa saja yang ciptaanNya butuhkan dan inginkan. Khususnya untuk manusia, Allah menciptakan manusia secara sempurna tetapi bukan lantas langsung meninggalkannya, melainkan Allah juga memberikan petunjuk yang bisa membawa manusia agar selamat di dunia dan mendapatkan tempat spesial di sisinNya. Allah juga menurunkan Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan yang sempurna untuk kita contoh. Ibaratnya, kita sedang mengikuti ujian namun ternyata ujian ini adalah Open Book, semuanya ada di dalam buku dan jika kita menjawab apa yang ada di dalam buku tersebut sudah barang tentu kita akan lulus. Subhanallah begitu baik dan sayangnya Allah swt pada manusia yang hanya bisanya suka mengeluh.

                Allah swt juga telah memikirkan apa yang terbaik untuk makhluk yang katanya Mulan Jameela adalah Makhluk Tuhan yang paling seksi, yaitu wanita. Allah menciptakan manusia yang indah dan akan menarik perhatian lawan jenisnya,  yaitu lelaki, maka untuk membuat martabat wanita tinggi di depan para lelaki, Allah telah membuatkan busana dan aturan – aturan khusus untuk para wanita agar wanita tidak dilecehkan oleh tingkah nakal para lelaki.

Aurat Wanita

Syariat Islam telah mewajibkan laki – laki dan perempuan untuk menutup aurat, agar masing – masing bisa menjaga pandangannya. “Menjaga pandangan“ (ghadl al – bashar) adalah tidak melihat hal – hal yang diharamkan atas dirinya. Dengan kata lain, perintah untuk menjaga pandangan tidak ada bedanya dengan perintah untuk tidak melihat aurat laki – laki dan perempuan.

Aurat menurut pengertian bahasa (literal) adalah kekurangan dan sesuatu yang mendatangkan celaan ; yakni aurat manusia dan semua yang bisa menyebabkan rasa malu. Disebut aurat karena tercela bila terlihat (ditampakkan).

Kewajiban menutup aurat sudah dijelaskan di dalam Al Qur’an, Allah swt berfirman :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu, dan pakaian indah untuk perhiasan.”(QS Al A’raaf : 26)

Imam Qurthubiy di dalam Tafsir Qurthubiy menyatakan : ayat ini merupakan dalil wajibnya menutup aurat. Sebab Allah telah menurunkan kepada kita pakaian yang digunakan untuk menutup aurat.

Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwasanya ia berkata ;

“Sesungguhnya Asma binti Abu Bakar datang menemui Rasulullah saw, sedangkan ia mengenakan pakaian tipis. Nabi saw pun segera berpaling darinya, seraya bersabda, “ Wahai Asma’, jika seorang wanita telah akil baligh, tidak boleh tampak dari dirinya, kecuali ini dan ini. Beliau mengisyaratkan wajah dan telapak tangan.” (HR. Abu Dawud)

Dari hadist di atas jelaslah bahwa seluruh bagian tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Perintah menutup aurat ini diperjelas lagi dengan hadits ancaman untuk orang yang memperlihatkankan auratnya selain pada mahromnya.

 

Ancaman Bagi Orang yang Membuka Auratnya

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda :

“ Ada dua golongan manusia  yang menjadi  penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak – lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian – sekian.” (HR Imam Muslim)

Hadits di atas memperlihatkan betapa berat ancaman untuk orang – orang yang tidak mau patuh pada perintah Allah dan RasulNya, ancamannyapun tidak main – main, langsung diberikan label “tidak akan masuk surga“ dan bahkan “tidak dapat mencium baunya padahal bau surga dapat tercium dari jarak sekian”, Astaghfirullahal’adzim. Hadits di atas merupakan ancaman yang sangat keras untuk para wanita yang menampakkan sebagian maupun keseluruhan auratnya, berbusana tipis dan berlenggak – lenggok – -melakukan gerakan – gerakan erotis dan merangsang (porno aksi).

Belakangan, fenomena seperti ini banyak sekali diperlihatkan di sekitar kita, contohnya di fakultas ekonomi, banyak para mahasiswinya yang sudah menutup aurat tetapi masih terlihat lekukan tubuh dan warna kulit asli mereka. Memang benar mereka sudah dikatakan menutup aurat, tapi apakah menutup aurat yang semacam ini yang Allah dan Rasulullah perintahkan? Ternyata tidak, Allah telah memberikan busana yang lebih pantas dan bisa menjaga martabat wanita, yaitu “jilbab” dan “khimar.“

 

 

 

Perintah Mengenakan Jilbab

Selain memerintahkan wanita untuk menutup auratnya, syariat Islam juga mewajibkan wanita untuk mengenakan busana khusus ketika hendak keluar rumah dan berada di ruang publik (umum). Allah swt berfirman :

ياأْيّهاالنّبي ّقل لأزْواجك وبناتك ونساءالمؤْمنين يدْنين من جلابيبهن ّذلك أدنىأن يعْرفْن فلا يؤْذيْن وكان الله غفورا رحيما 

Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun dan Penyayang” (QS Al Ahzab : 59)

Tahukah, ayat di atas di turunkan oleh Allah  spesial untuk para wanita. Sebegitu perhatian dan sayangnya Allah pada wanita hingga Allah membuatkan busana khusus yang dengannya mereka tidak akan diganggu dan dilecehkan oleh kaum pria. Subhanallah. Adakah Tuhan yang begitu perhatian dan memikirkan hambaNya kecuali Allah?

Allah telah membuatkan busana khusus untuk wanita Islam yang mana busana itu digunakan ketika berada di depan khalayak umum seperti pasar, kampus, rumah sakit, dll,  yaitu “ Jilbab “ dan “Khimar “tapi apakah Jilbab yang dimaksud adalah seperti yang kebanyakan orang gemborkan?

Dalam ayat di atas terdapat kata jalabib yang merupakan bentuk jamak dari kata jilbab. Memang para mufassir berbeda pendapat mengenai arti jilbab ini. Imam Syaukani dalam Fathul Qadir (6/79), misalnya, menjelaskan beberapa penafsiran tentang jilbab. Imam Syaukani sendiri berpendapat jilbab adalah baju yang lebih besar daripada kerudung, dengan mengutip pendapat Al-Jauhari pengarang kamus Ash-Shihaah, bahwa jilbab adalah baju panjang dan longgar (milhafah). Ada juga yang berpendapat jilbab adalah semacam cadar (al-qinaa’), atau baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan (ats-tsaub alladzi yasturu jami’a badan al-mar`ah). Menurut Imam Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi (14/243), dari berbagai pendapat tersebut, yang sahih adalah pendapat terakhir, yakni jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh perempuan dan dalam kamus Arab-Indonesia yang disusun oleh Al-Munawwir mengartikan jilbab sebagai baju kurung yang panjang sejenis jubah. Jadi, jilbab adalah baju panjang dan longgar (milhafah) atau baju kurung (mula`ah) yang dipakai menutupi seluruh tubuh di atas baju rumahan. Jilbab wajib diulurkan sampai bawah (bukan baju potongan), sebab hanya dengan cara inilah dapat diamalkan firman Allah (artinya) “mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Dengan baju potongan, berarti jilbab hanya menutupi sebagian tubuh, bukan seluruh tubuh. (Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham al-Ijtima’i fil Islam, hal. 45-46).

Jilbab adalah busana terluar yang menutupi seluruh tubuh di atas baju rumahan (mihna). Maksudnya baju rumahan di sini adalah baju yang biasa dipakai sehari – hari di dalam rumah, ketika berinteraksi dengan orang – orang yang berada di dalam rumah. Jadi, pemakaian jilbab tidak boleh digunakan langsung tanpa menggunakan mihna karena mihna juga adalah termasuk baju wanita mukminat.

Adapun syarat – syarat jilbab yang syar’i ketika digunakan di luar rumah atau bertemu dengan orang yang bukan mahromnya adalah :

  1. 1.        Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan.
  2. 2.       Tidak terputus
  3. 3.       Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh
  4. 4.       Kainnya harus tebal, dan tidak tembus pandang sehingga tidak nampak kulit tubuh.
  5. 5.       Tidak menyerupai pakaian laki-laki
  6. 6.       Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian
  7. 7.       Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
  8. 8.       Bukan pakaian untuk mencari popularitas
  9. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian

Perintah Mengenakan Khimar

                Busana yang telah ditetapkan oleh syariat Islam bagi wanita yang hendak keluar rumah dan berada di depan ruang publik (umum) selain Jilbab adalah Khimar. Dalil yang menunjukkan perintah ini adalah firman Allah swt ;

                “ Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya “ (QS An Nuur : 31)

                Ayat ini berisikan perintah dari Allah swt agar wanita mengenakan khimar (kerudung), yang bisa menutup, kepala, leher dan dadanya.

                Dari penjelasan di atas sudah jelaslah bahwa busana yang diperintahkan Allah swt untuk digunakan oleh wanita ketika hendak keluar rumah dan berada di khalayak umum adalah Jilbab (busana yang longgar seperti jubah) dan Khimar (kerudung). Dengan menggunakan Jilbab dan Khimar menandakan bentuk ketaatan kita kepada Allah.

Al Qur’an dan Al Hadits di turunkan dalam bahasa Arab, tapi semua perintah yang ada di dalam Al Qur’an dan Al Hadits ditujukan bukan hanya untuk orang – orang Islam yang berada di Arab saja melainkan untuk umat Islam yang berada di seluruh pelosok dunia. Jadi, tidak ada bedanya pakaian orang Arab dengan pakaian orang Indonesia, karena sama – sama perintahnya berasal dari satu sumber, yaitu Al  Qur’an. Yang ada adalah beda antara busana wanita Mukminat dan wanita Kafir. Wallahualam.

Rasulullah saw bersabda :

“Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”. (HR. Muslim)

 

Menutup aurat adalah sebagian daripada ketundukan dan ketaatan pada Allah

Tutuplah auratmu sebelum auratmu ditutupkan! Gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s