Gara – Gara Gigi Plasu (Naskah Drama)

by Wiwit Widia

Drama yangku buat dan sekaligus aku peranin kali ini bener – bener bikin pamorku turun, dikarenakan kata temen – temen aku pantes jadi nenek – nenek -,-‘

………….

Di suatu desa yang terpencil, terbelakang, kotor, dan jauh dari bau sepeda apalagi motor, tersebutlah gadis cantik jelita dan baik hati tapi rada-rada kurang pintar yang hidup dengan neneknya, Tiyem namanya. Pada suatu hari di sawah terlihat Tiyem dan neneknya sedang menandur padi di sawah milik juragan Kasni, hingga ada suatu kejadian….

Husna      :”Hei…. Pengumuman, pengumuman. Ayo pada kumpul ke sini semuanya, ada berita hot di        sini, ekskplusip.”

Tiyem       :”Nek, ada apa ya Yu Husna teriak-teriak di sana”

Nenek     :”Nenek juga gag tau Yem, mungkin mau bagi-bagi warisan cabe”.

Tiyem       :”Oh…iya ya Nek, Yu Husna kan juragan cabe. Wah…. Kebeneran banget ya Nek, persediaan cabe di rumah kita sudah habis. Yu Husna memang pengertian sekali”.

Nenek     :”Iya Yem, ayo kita ke sana sebelum cabenya habis”.

Tiyem       :”Iya Nek, ayo”.(menggandeng nenek)

                   Kemudian Nenek dan Tiyem segera menghampiri Yu Husna dan langsung berteriak sambil membawa cepon yang mereka temukan di pinggir jalan.

Tiyem       :”Yu Husna, Tiyem sama Nenek minta cabenya ya dua cepon, untuk persediaan 1 tahun”.

Husna      :”Eh Tiyem, siapa yang lagi bagiin cabe?”

Nenek     :”Lah…tadi Yu Husna teriak-teriak hot, hot, itu kan bahasa kali keruh nya cabe ya Yem”.

Lengki      :”Eh….Nenek, maksudnya teh bukan hot cabe atuh Nek, tapi kompor ya Yu Husna ya?”

Husna      :”Lagh….ora ana sing maksud iki, maksudnya ada berita heboh dan mengejutkan loh nyai-nyai”.

Tiyem       :”Berita apa Yu Husna?”

Husna      :”Ini, ada sayembara dari juragan emas Marpuah. Saya bacakan ya?”

                     Woro-woro

Diberitahukan kepada seluruh warga yang masih bernafas dan mempunyai ijin untuk menghirup udara di seluruh penjuru Negara Kal-Ker.

Bagi siapa saja yang menemukan gigi emas plasu milik juragan Marpuah akan dinikahkan dengan Tukijan  anak juragan Marpuah yang sangat tampan dan rupawan.

Sekian

Tiyem       :”Wah….Nek, barang sekecil itu mana mungkin bisa ditemukan?”

Nenek     :”Tapi cu, common babi”.

Tiyem       :”Nek, ko babi sih?”

Nenek     :”Oh ya, nenek lupa, kamu kan singa”.

Tiyem       :”Ih… ko singa Nek, aku kan harimau, auuuuuuuuuuuuuuuugh”.(mengaum)

Lengki      :”Eh…sudah, sudah.

Wa’ah      :”Iya, ini nenek sama cucu senang sekali main nama-nama binatang, kaya anak kecil saja”.

                   Sementara itu di rumah juragan Marpuah, juragan emas terkaya di Negara Kal-Ker terlihat panik memikirkan gigi emasnya yang hilang. Gigi emas itu sangat berharga untuknya karena itu adalah kenang-kenangan sekaligus warisan dari almarhum suaminya, hanya gigi emas itu yang selalu menemani hari-harinya yang sepi tanpa kehadiran seorang suami.

Marpuah   :”Ya Allah… gigi plasuku, satu-satunya warisan dari suami tercintaku, bang Toyib.”(menangis)

Tukijan    :”Sabar Ma, nanti pasti akan ditemukan. Semoga yang menemukannya adalah bidadari yang turun dari andong rusak.”

Marpuah   :”Kamu ini aya-aya wae”.

Tiba-tiba Yu Husna datang sambil berteriak…

Husna      :”Raganju, raganju, raganju, tenang saja.(sambil berlari)

                       Saya sudah mengumumkan kepada seluruh penjuru Negara Kal-Ker tentang sayembara itu. Pasti gigi emas plasu raganju tidak lama lagi akan ditemukan.”

Marpuah   :”Owalaaaaah….Husna, kamu memang top markotop mirip lollipop tapi gag bisa di olop-olop. Aku tunggu kabar baik itu coy”.

Husna      :”Okeh bro!”

Marpuah   :”Gue suka gaya loe.”

 

                   Warga sibuk mencari gigi emas plasu milik juragan marpuah, ada yang mencari di jalan, di sungai, di tempat sampah bahkan di tempat tikus bersarang. Di saat warga tengah sibuk mencari-cari gigi emas plasu milik juragan Marpuah, Tiyem berdiam diri di kamarnya, dan dia sedang berdoa.

Tiyem       :”Ya Allah, pertemukanlah gigi plasu juragan Marpuah, agar ia bisa mengenang suaminya. Aaaaaaamiiiiiiin.”(sambil mengangkat tangan)

                   Tiba-tiba jatuh dari langit- langit ke telapak tangan Tiyem, benda kecil, kuning dan jelek. Setelah Tiyem perhatikan benda kecil itu dengan mata terpejam. Ternyata benda jelek itu adalah gigi plasu juragan Marpuah.

Tiyem       :”Terimakasih ya Allah, Allah baik deh sama Tiyem”.(sambil mengedipkan mata ke atas)

                   Tiyem langsung pergi menemui neneknya yang berada di teras rumah sedang mengelap tanah.

Tiyem       :”Nek, nenek…. Tiyem nemuin gigi plasu juragan Marpuah.”(menunjukkannya)

Nenek     :”Nemu dimana Yem?”

Tiyem       :”Dari langit dikasih sama Allah”.(menunjuk ke atas)

Nenek     :”Allah baik ya cu? Besok kita kembalikan ini ke juragan Marpuah”.

                      Keesokan harinya Tiyem dan nenek pergi ke rumah juragan Marpuah, bersamaan dengan itu, ternyata salah satu warga ada yang membawa gigi plasu tetapi palsu.

Wa’ah      :”Juragan, ini saya sudah menemukan gigi plasunya.”(menunjukannya)

Marpuah   :”Wahahay, you so wodelpul! Kamu akan mendapatkan warisan itu.”

Husna      :”Selamat raganju, akhirnya raganju mendapatkan gigi plasu itu”.(memeluk juragan)

Tiba-tiba…

Tiyem       :”Tunggu! What it is! Eh… ngko ndisit!”(berlarian)

Marpuah   :”Aya naon iki?”

Tiyem       :”Ini ndoro, gigi plasu yang asli.(menunjukan) Bukan itu yang plasu.

Wa’ah      :”Ini yang asli”.

Tiyem       :”Ini yang asli”.

                      Tiba-tiba datang seorang warga lagi membawa gigi yang sama.

Lengki      :”Ini yang asli juragan”.

Nenek     :”Stop! Jangan pada ribut! Kita tes dulu menggunakan pepsodent. Gigi yang asli tidak akan luntur warnanya”.

Marpuah   :”Ide bagus”.

Nenek     : (menggosok satu persatu gigi plasu)

Husna      :”Nah……… terbukti kan. Ini gigi plasu yang asli raganju”.(menunjukan gigi plasu yang ada di tangan Tiyem)

Marpuah   :”Iya ini gigi plasuku. Oh… bang Toyib”.(menciumi gigi plasu)

                      Setelah di tes ternyata gigi plasu yang asli adalah gigi plasu yang dibawa oleh Tiyem. Karena ketulusan hatinya. Akhirnya sesuai dengan  perjanjian awal Tiyem dinikahkan dengan Tukijan,laki-laki yang diidamkannya selama ini dan diam-diam Tukijanpun menyukainya. Saat mereka dipertemukan,

terjadilah…..

Tiyem       :”Mas Tukijan”.(mlongo)

Tukijan    :”Oh Tiyem, sungguh cantiknya dirimu. Maukah kau menjadi gembok dihatiku?”

Tiyem       :”Jangankan jadi gembok, jadi kutu dirambut maspun Tiyem mau mas”.

Akhirnya merekapun hidup bahagia sampai akhir hayat.

Selamanya.

TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s